KEMENDIKBUD : SAYA TIDAK AKAN HAPUS TPG GURU

Assalamualaikum...wr...wb..Selamat malam Rekan rekan Guru semuanya, salam sejahtera untuk Kita semua semoga tetap dalam keadaan sehat dan baik. Kemendikbud pastikan tunjangan Guru tidak akan di hapus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjri Effendy memastikan tunjangan profesi guru (TPG) tidak dihapus. Kebijakan terkait guru dan tenaga pendidikan akan terus berlanjut, termasuk TPG dan program sertifikasi profesi guru. "Sudah jelas diamanatkan dalam undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut (TPG dan Sertifikasi Guru). Amanat ini harus kita laksanakan," kata Muhadjir.

Image result for muhadjir effendy

Seperti diketahui, tunjangan profesi guru merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Muhadjir mengatakan, kedua peraturan tersebut mengamanatkan tunjangan profesi guru diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan dan telah tersertifikasi.

Sebelumnya, beredar kabar adanya wacana penghapusan program sertifikasi guru yang di dalamnya termasuk kegiatan pelatihan guru. Kabar ini beredar melalui media sosial (medsos) yang kemudian menjadi viral di kalangan para guru.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran tunjangan profesi guru pada 2016. "Baik guru PNS, maupun bukan PNS," kata pria yang disapa akrab Pranata ini.

Menurut Pranata, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk guru PNS daerah. Kemudian, hampir Rp 8 triliun telah disiapkan untuk guru bukan PNS yang memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan administrasi, seperti telah mengajar 24 jam. "Pemilik sertifikat pendidik yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan berhak memperoleh tunjangan profesi setara dengan gaji pokok," kata Pranata.

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyatakan, TPG tidak mungkin dihapus. Hal ini diungkapkan Dewan Pertimbangan PB PGRI Abduhzen mengingat beredarnya kabar tak benar adanya wacana penghapusan TPG oleh Kemendikbud. "TPG tidak mungkin dihapus selama Undang-Undang Guru dan Dosen tidak direvisi atau ada aturan baru," ujar Abduhzen kepada Republika, Selasa (2/8).

Abduhzen menilai, sesuai peraturan yang ada, pemerintah dituntut membayar TPG kepada para guru yang telah ditentukan. PB PGRI pun pernah menyampaikan kepada pemerintah agar sistem pembayaran TPG guru disamakan dengan dosen. Dengan kata lain, sistemnya pembayaran TPG bisa bersamaan waktunya dengan pencairan gaji pokok.

Menurut Abduhzen, sistem seperti itu sudah diterapkan di dunia para dosen, sedangkan guru tidak. Bahkan, pencairan TPG guru acap mengalami keterlambatan karena beberapa hal. "Kita sudah sampaikan ini, tapi belum ada jawaban. Ya, ini mungkin harus melihat ketentuan apa dulu yang perlu diubah," tutupnya.


Demikian beritanya semoga bermanfaat,amiin.

0 Response to "KEMENDIKBUD : SAYA TIDAK AKAN HAPUS TPG GURU"

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA,SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN SOPAN